Info Madrasah
Senin, 18 Okt 2021
  • MAN 4 Pandeglang dapat Prestasi membanggakan . Melalui ajang Kompetisi Sains Madrasah Tingkat Kabupaten 2021. Selamat untuk Icha Yuritsa, siswa MAN 4 sebagai JUARA KE I KSM Mapel Fisika

Sebanyak 260 Pelajar Ikuti Pelatihan Jurnalisme Kebinekaan Bersama MAARIF Institute

Diterbitkan : - Kategori : INFO TERBARU

JAKARTA – Sebanyak 260 orang pelajar SLTA Se-DKI Jakarta mengikuti kegiatan Pelatihan Jurnalisme Kebinekaan bersama MAARIF Institute yang bekerja sama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Cameo Project, YouTube dan Google Indonesia.Acara ini digelar selama 2 hari dimulai Jumat, (21/04/2017) dan berakhir Sabtu, (22/04/2017) bertempat di gedung Kemendikbud RI.

Kegiatan pelatihan jurnalisme kebinekaan ini mengangkat tema ‘Aksi Pelajar untuk Kebinekaan Indonesia’.

Maraknya radikalisme ditingkat pelajar membuat MAARIF Institute bersama dengan Cameo Project ingin memberdayakan generasi muda melalui pelatihan konten video positif.

“Kegiatan inisebagai bentuk sinergi yang baik antara MAARIF Institute dan Kemendikbud untuk bergotong royong melindungi peserta didik dari pengaruh lingkungan sosial yang tidak sehat dengan memberi mereka kemampuan literasi media yang baik.

Tentunya, dengan tidak melupakan nilai keragaman dan toleransi yang berujung kepada dampak sosial yang luar biasa hebatnya”.

Demikian dikatakan olehDirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhamad dalam pembukaan acara.

Dia menyambut baik kegiatan positif yang digelar oleh MAARIF Institute yang telah melakukan kampanye positif dimedia sosial dalam upaya memperkuat kebinekaan dikalangan pelajar.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah ini juga berharap bahwa, dikegiatan ini juga bisa memperkuat program gerakan literasi.

Upaya kreatif ini diharapkan juga dapat memperkaya dan memperkuat program gerakan literasi sekolah melalui kegiatan kesiswaan dan ekstrakulikuler. Ujarnya ketika membuka acara tersebut di Jakarta (21/04)

Dalam kesempatan yang sama, Direktur eksekutif MAARIF Institute Muhd Abdullah Darraz menuturkan bahwa, maraknya isu sosial seperti kebencian, venophobia dan eksteremisme. Yang menerpa generasi muda Indonesia di era digital, juga menjadi salah satu landasan awal inisiasi ini. Dengan tujuan menyebarkan kesadaran toleransi juga empati melalui konten positif.

Abdullah menyebutkan MAARIF Institute dan Cameo Project akan mengunjungi kota-kota besar di Indonesia dengan memberikan lokakarya produksi video kreatif, dari cara bagaimana membuat video dengan narasi positif, tips memasarkan Channel YouTube hingga trik mengedit video kepada pelajar SMA/SMK/MA sederajat.

Program ini merupakan upaya kreatif MAARIF Institute untuk terus melakukan upaya konten terhadap fenomena radikalisme dikalangan anak muda, upaya ini merupakan lanjutan dari program yang kami lakukan sejak 2011 lalu bersama denag Kemendikbud. Jelas Abdullah disela-sela pembukaan lokakarya MAARIF Institute Jumat (21/24).

Sementara kataReynaldi salahsatu pesertadari SMK Setia Bakthi Tangsel sangat berharap, acara tersebut bisa terus berjalan dan bisa merangkul pelajar-pelajar Indoesia tentang Nasionalisme dan Jurnalistik yang mempunyai impact sosial bagi orang lain.

Kalau harapan saya pribadi semoga acaranya terus bisa berjalan, tidak membosankan dan makin banyak MAARIF Institute bisa merangkul pelajar-pelajar Indonesia tentang toleran dan jurnalistik yang punya impact sosial bagi orang lain. Ungkapnya.

Harapan serupa juga dikatakan Siti Nuryana, selaku Voulenter kegiatan perwakilan dari MAN 4 Pandeglang harapan saya semoga kegiatan ini bisa membangunkan sikap skeptic pada anak muda agar bisa menyebarkan konten-konten positif bagi Indonesia.

Perlu diketahui bahwa, 4 orang siswa MAN 4 Pandeglang Banten menjadi Volunteer dalam kegiatan tersebut.Volunteer kegiatan inidiambil dari beberapa orang alumni Jambore Pelajar Teladan Bangsa.(M Asep Rohendi/UB)