Info Madrasah
Jumat, 23 Jul 2021
  • Sekitar 88 persen Siswa MAN 4 Pandeglang lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), jalur Penelusuran Minat dan Prestasi (PMDP) pada beberapa Universitas se Indonesia, dengan berbagai jurusan termasuk lulus di jurusan kedokteran. Sebagaimana diungkapkan oleh Wakil Kepala Madrasah Bagian Kurikulum Iwan Setiawan, S.Pd, bahwa tahun ini (2021) siswa MAN 4 Pandeglang masih tinggi di Provinsi Banten yang terima di beberapa PTN, dari berbagai jalur seleksi, seperti SNPTN, SBMPTN, SPAN-PTKIN dan PMDP. ini dari beberapa jurusan yang diambil termasuk juga ada dua orang yang lulus di kedokteran.

KASI KESISWAAN KEMENAG PROVINSI BANTEN APRESIASI MAN 4 PANDEGLANG

Diterbitkan : - Kategori : INFO TERBARU

CIBALIUNG – MAN 4 Pandeglang selenggarakan Haflah Seni Madrasah yang bersamaan dengan acara pelepasan siswa kelas XII MAN 4 Pandeglang Provinsi Banten. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa pejabat kementerian agama salahsatunya adalah kepala seksi kesiswaan kemenag provinsi Banten, Dr. Hidayat Mustafid, pada Rabu pagi, (3/5/2017) kemarin, yang bertempat di MAN 4 Pandeglang.

Hidayat mustafid, saat memberikan sambutan sangat mengapresiasi MAN 4 Pandeglang, termasuk mengapresiasi dua orang siswa MAN 4 Pandelang yang lolos ke tingkat nasional dalam lomba pembuatan film pendek berdurasi 4 menit.

“Dan Alhamdulillah, siswa yang sekolah disini sudah banyak yang keterima di perguruan tinggi negeri umum dan juga, dua orang siswa MAN 4 Pandeglang mengikuti lomba ke tingkat nasional, bahkan dia dibiayai oleh negara, mudah-mudahan mereka menang, dan kalau menang mereka akan disamping mendapatkan hadiah juga bisa jadi menjadi persyaratan masuk perguruan tinggi negeri jalur khusus. Kalau menang tingkat nasional, sertifikatnya menjadi salah satu syarat untuk bisa masuk ke perguruan tinggi negeri melalui jalur khusus, sesuai dengan jurusannya, ungkap Kasi kesiswaan.

Lebih lanjut Dr.Hidayat Mustafid menuturkan, beberapa kampus di Indonesia sudah mulai mempercayakan kegiatan kemahasiswaan, itu dipercayakan kepada alumni-alumni madrasah, karena lulusan madrasah punya konsistensi, sehingga menjadi kepercayaan pihak perguruan tinggi.

Sekarang ini, para alumni madrasah banyak berkiprah di kegiatan- kegiatan kampus, dipercaya dan aktif di organisasi kampus baik negeri dan swasta, karena siswa madrasah aliyah punya konsistensi, punya kejujuran, punya disiplin, punya semangat, punya intergritas dan itu punya nilai yang susah didapat. Pungkasnya.

Ia berpesan kepada semua pihak, baik guru, orangtua, kepala madrasah, untuk bisa saling membantu dalam mengajari karakter anak untuk menjadi lebih baik lagi, penanaman nilai pada anak harus dilakukan secara bersama sambil memohon kepada Allah agar diberi anak yang sholeh.

Jika ada anak masuk aliyah lalu mereka nakal, mereka tidak disiplin, mereka sering bolos, mereka tidak melaksanakan shalat lima waktu, hubungan dengan orang tuanya kurang bagus, dengan gurunya kurang bagus, maka, itu harus dibantu perubahannya oleh orang tua, oleh kita-kita. Sebab, anak umur lima belas atau enam belas tahun masuk aliyah, lalu di aliyah hanya tiga tahun. Jagan berharap karakter anak itu bisa berubah dalam waktu tiga tahun, karena mereka sudah berinteraksi sebelumnya selama enam belas tahun, sebelum masuk aliyah. Hanya hidayah Allah yang bisa merubah anak menjadi baik dari anak nakal. Idealnya merubah setelah diproses selama 16 tahun, harus dirubah juga selama 16 tahun, idealnya. Dan hidayah itu harus diupayakan dengan sungguh-sungguh

Karena itu mari bantu guru-guru kita, bantu kepala sekolah, bantu orang tua untuk menjaga anak-anak kita, bantu dirumah untuk menjaga sopan santun, bagaimana berinteraksi dengan adiknya, bantu dirumah, bagaimana berinteraksi dengan kakaknya, dengan lingkungannya, supaya nilai-nilai komunikasi yang baik, nilai nilai akhlak, nilai-nilai disiplin, nilai kejujuran tumbuh. Karena kalau ngasih ilmu ke anak cukup dua jam selesai pak, untuk membentuk anak pintar gampang dua jam pasti pinter. Tapi untuk membentuk anak menjadi disiplin, untuk menjadi rajin, menjadi cinta ilmu itu luar biasa susahnya, butuh waktu. Hanya hidayah Allah. Hidayah Allah tidak akan muncul kalau tidak diupayakan oleh orang-orang disekeliling kita. Maka peran bapak ibu guru semua, mari bantu bapak kepala sekolah, bantu kami supaya anak didik kita ini berhasil. Ujarnya.

Diakhir penyampaian Kasi Kesiswaan Kementerian Agama Provinsi Banten berpesan juga kepada siswa ataupun kepada alumni MAN 4 Pandeglang untuk terus menuntut ilmu dengan ikhlas, karena ada jaminan Allah didalamnya.

Adik-adik ada banyak program beasiswa di perguruan tinggi tidak usah banyak mikirin biaya. Pungkasnya. (UB)